Lanjutan ” PERSAHABATAN SEJATI ” ( 2 )

Sesampainya di sungai, Si MONYET langsung menceburkan tubuhnya ke dalam air. Dengan cepat memasukan moncongnya ke air. Begitu banyak air sungai yang masuk ke moncong, dan ditelan hingga perutnya gendut. Saat SI MONYET mengangkat kepalanya ke atas permukaan air, untuk mengambil napas, tiba-tiba terdengar suara gemuruh disertai suara air mengalir. SI MONYET tidak sadar kalau dari atas sungai datang air bah yang sangat deras dan besar. MONYET terbawa oleh arus air sungai. Tubuhnya terbanting ke sana-ke mari hingga mengenai batu-batuan di pinggir sungai. Mungkin sudah mati karena air sungai banyak yang masuk ke dalam perutnya. Tubuh MONYET terbawa arus sungai sangat lama, sehingga jarak dari waktu minum, sudah sangat jauh. MONYET terdampar di sebuah kayu yang ada di pinggir sungai. Kayu tersebut juga terbawa oleh air sungai, tetapi kayu itu dapat berhenti di pinggir sungai karena ujung kayu itu menancap di sebuah semak-semak pinggir sungai. Tubuh MONYET melingkar pada batang kayu tersebut.
Air sungai masih belum ada tanda-tanda untuk surut. Dan hari semakin malam. Tiba-tiba hujan turun lagi dengan derasnya. Mungkin air sungai akan bertambah banyak dan arusnya semakin deras. Mungkin kayu yang menancap di semak-semak itu juga dapat terbawa oleh air sungai, dan MONYET akan ikut terbawa oleh kayu itu. Hari semakin malam dan kira-kira pukul 11 malam, dan udara semakin dingin. Karena air sungai belum juga ada tanda-tanda surut. Keadaan di sekeliling sungai sangat gelap. Tubuh MONYET muai bergerak pelan-pelan, namun bukan karena sadar namun karena terempas oleh air yang mengalir di pinggir sungai. Hari semakin menjelang pagi. Artus sungai sudah mulai surut, sehingga kayu yang menancap di semak-semak sudah tidak berada di atas air. Kayu sudah berada di atas batu besar. Dan tubuh MONYET tetap berada di batang kayu itu.
Di kala matahari sudah memancarkan cahayanya, banyak warga yang datang ke sungai untuk mencari korban terkena banjir. Mereka adalah orang-orang desa sekitar sungai. Mereka banyak yang menggunakan tongkat dan alat-alat yang dapat digunakan untuk mengais-ngais tanah. Mungkin ada orang yang terendam lumpur atau tertindih batu-batuan. Orang-orang berteriak-teriak; “ Apakah ada orang……….. ?”, teriak salah satu penduduk desa. Teriakan itu di ulang-ulang dengan tujuan jka masih ada yang hidup dapat mendengarnya. Namun sudah kira-kira dua jam lamanya tidak ada tanda-tanda orang yang masih hidup, karena tidak mendengar orang minta tolong. Mereka telah menemukan sekitar sepuluh mayat manusia. Mayat-mayat tersebut di bawa ke desa untuk dimakamkan.
Karena hari sudah siang para penduduk desa memutuskan untuk pulang ke desanya masing-masing. Dan menghentikan pencarian korban. Namun masih ada beberapa warga yang tinggal di dekat sungai utnuk mencari korban. Mereka yang masih tinggal ditemani oleh dua ekor anjing Labrador. Labrador adalah jenis anjing yang besar dan bertubuh kekar. Sehingga dapat lari dengan cepat dan mempunyai daya penciuman yang sangat tajam. Salah satu anjing yang berarna hitam pekat menggonggong sangat keras. Tanda kalau anjing tersebut menemukan sesuatu yang aneh. Dengan cepat pula dua orang lari mendatangi suara anjing yang sedang menggonggong. Anjing Labrador tersebut menarik benda besar di atas kayu. Orang-orang tidak dapat menuju temapt di mana anjing menarik sebuah benda, karena pinggir sungai itu sangt curam dan banyak pohon-pohon yang berduri. Setelah seseorang mengamati benda tersebut dari kejauhan, ia mengatakan; “ Anjing mendapat tubuh seekor monyet!” orang lain segera ikut melihat ke arah bawah. Satu ekor anjing masih berada di atas sungai, maka anjing itu disuruh untuk menuju ke arah anjing yang sudah berada di bawah. Dengan sangat cepat anjing tersebut langsung meloncat kea rah bawah. Tubuh MONYET yang sedang ditarik oleh salah satu anjing jatuh ke air, sehingga orang –orang yang melihatnya serempak berteriak; “ Awas ! “ satu anjing yang baru saja datang segera terjun ke sungai utnuk membantu mengangkat tubuh monyet tersebut. Tubuh monyet itu di bawa oleh dua ekor anjing Labrador berenang ke pinggir sungai yang tidak banyak semak-semak, dengan tujuan orang-orang dapat menolongnya. Dengan lincahnya kedua anjing itu menopang tubuh monyet di atas air dan membawanya ke pinggir. Semua orang yang melihatnya terharu namun sangat bangga pada ke dua anjing tersebut. Dalam waktu kira-kira 10 menit tubuh MONYET itu dapat diangkat oleh orang-orang ke atas daratan. Apakah MONYET tersebut masih hidup? Tunggu kisah selanjutnya ………

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s