Lanjutan ” PERSABATAN SEJATI” ( 3 )

SI MONYET yang telah berada di daratan, kemudian dibaringkan di atas alas yang terbuat dari daun-daun pisang. Beberapa orang menduga bahwa MONYET itu sudah mati. Namun ada salah satu kakek yang dengan semangatnya membantu mengeringkan tubuh MONYET dengan bajunya.Mereka yang mengira MONYET sudah mati, mengatakan ; “ Percuma saja kakek itu menolongnya, padahal SI MONYET sudah mati, dah…. mari kita tinggalkan mereka, biar mereka mengurusnya.” Namun perkataan mereka tidak dihiraukan oleh kakek yang sedang mengeringkan tubuh MONYET tersebut. Sambil mengeringkan tubuhnya, kakek tersebut membantu menekan perut, karena perutnya gendut karena kemasukan air sungai. Dan kakek sangat nyakin bahwa MONYET masih hidup, ini karena nadi di tangan SI MONYET masih berdennyut. Namun beberapa kali tangan kakek nenekan perut MONYET, belum juga berhasil mengeluarkan air sungai yang ada di dalamnya. Kakek sangat lelah, dan ia duduk di samping tubuh MONYET. Tiba-tiba anjing Labrador naik di atas perut MONYET, dan sambil mengayunkan tubuhnya turun naik di atas perut MONYET. ANJING dengan sekuat tenaga menekan perut MONYET. Dan akhirnya SI MONYET dari moncongnya keluar air berwarna cioklat kemerah—merahan. Setelah ANJING melihat kalau air sungai di perut MONYET sudah keluar, maka ANJING segera turun dan duduk di samping tubuh MONYET.
MONYET ternyata masih hidup dan tangannya mulai dapat bergerak. Mata MONYET mulai terbuka. Namun kelihatannya sangat lemas. Kakek dengan senang mengendong MONYET untuk di bawa pulang ke rumah untuk diobati. ANJING Labrador mengikuti dari belakang. Perjalanan mereka memerlukan waktu kira-kira 3o menit. Sesampainya di halaman rumah, ANJING Labrador langsung menggonggong, seperti orang memanggil orang yang berada di dalam rumah. Betul sekali bahwa ANJING tersebut memanggil nenek yang ada di dalam rumah. Pintu rumah dibuka dari dalam dan yang keluar ternyata nenek. “ Kek……. Kakek membawa apa?, tanya nenek kepada kakek. “ Kakek membawa MONYET, ini ditemukan di pinggir sungai oleh ANJING Labrador, nek….. tolong buatkan bubur, dan minuman susu untuk MONYET ini. Dan jangan lupa ANJING nya di kasih makan yang paling enak, karena telah bekerja dengan baik, “ jawab kakek. Kakek segera menurunkan tubuh MONYET di atas bale-bale ( tempat tidur di depan rumah yang terbuat dari bilah –bilah bambu ). ANJING Labrador tiba-tiba memberikan selimut berwarna putih hitam pada kakek, dengan tujuan untuk menyelimuti tubuh MONYET. Kakek menerima dan segera menutupi tubuh MONYET dengan selimutnya. Tidak lama kemudian nenek datang dari dalam rumah sambil membawa bubur nasi dan segelas susu. Kakek segera menyuapi MONYET dengan pelan-pelan, karena tubuh MONYET masih sangat lemas.
SI MONYET sudah berada di rumah kakek dan nenek kira-kira satu bulan lamanya. Pada pagi dan sore hari MONYET tersebut bercanda dan bermain dengan ANJING Labrador. Setelah kesehatan MONYET pulih seperti semula. Ia akan berbicara, namun hal itu masih ditahan oleh MONYET. Pada malam hari sewaktu berada di halaman rumah, MONYET membisikkan sesuatu ke telinga kakek, “ Kakek……. Saya mau tidur.” Saat kakek mendengar MONYET dapat berbicara, kakek langsung pingsan dan jatuh tersungkur ke tanah. Nenek sangat bingung karena tidak kuat mengangkat tubuh kakek ked lam rumah. Melihat nenek yang bingung, MONYET mengajak ANJING mengangkat tubuh kaakek ke dalam rumah dan ditidurkan di atas tempat tidur. Monyet mengambil sebuah daun yang berada di luar rumah. Daun itu diremas-remas, remasan daun itu diletakkan di depan hidung kakek. Dengan tujuan agar kakek segera siuman atau sadar. Tanpa waktu lama kakek segera siuman dan menggerakkan tangannnya dan kakek segera bangun dari tidur. Akhirnya kakek memanggil MONYET, “ Siapa sebenarnya kamu itu?, tanya kakek kepada MONYET. MONYET meloncat-loncat dan berkata, “ Saya adalah…… manusia yang disihir oleh nenek sihir yang berada di sebuah bukit pasir putih. “ Jadi kamu adalah manusia? Tanya kakek kembali. “ Ya, kek……., dan besok pagi saya akan pergi untuk mencari ibu saya. Ibu saya juga disihir oleh nenek sihir itu. Mungkin ibuku sekarang ini juga sedang mencari saya.” MONYET menunduk sambil menangis serta menenteskan air mata. Mendengar cerita tersebut, kakek dan nenek sangat haru dan sangat kasihan. Kakek mengijinkan MONYET pergi jika hari sudah pagi. “ Kamu besok mau mencari ibu kemana? “, tanya kakek pada MONYET. Akan kemanakah MONYET mencari ibunya? Tunggu kisah selanjutnya…………..

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s