Lanjutan “PERSAHABATAN SEJATI” ( 6 )

Karena kakek mempunyai ilmu beladiri yang sangat sempurna, maka tiba-tiba kakek berhenti seperti patung, sedangkan cucunya, sebut saja ia bernama RUBEN memnggil kakeknya dengan keras. “ Kek…… kakek, ayo… kok kakek malah diam, ada apa kek? “ teriak RUBEN pada kakenya. Namun panggilan RUBEN tidak membuat kakek melangkahkan kakinya ke depan, kakek tetap mematung bagai patung yang terbuat dari batu gunung. Sehingga RUBEN menghampiri kakek dan memegang tangan kakek untuk diajak masuk ke ruangan. Tetapi kakek malah membisikkan sesuatu ke telinga RUBEN.” Diam, nak…… di goa iani terdapat sesuatu yang sangat mencurigakan. Kakek mencium aroma manusia, tetapi juga aroma binatang. Kakek mengira kalau binatang atau manusia itu sedang mengawasi kita.” Kata kakek pada RUBEN. RUBEN ketakutan, maka ia jongkok di depan kakeknya. Dan kake tetap diam sambil melihat ke seluruh arah dalam goa itu. Kakek tiba-tiba menghilang dari samping RUBEN. “ Ka……!, teriak RUBEN. Tapi tiba-tiba mulut RUBEN ditutup dengan tangan, tangan itu adalah tangan kakek. Tapi RUBEN tidak melihat wujud kakek. RUBEN semakin takut dan bingung. Namun di telinga RUBEN kakek membisikkan ssuatu .” Jangan takut, nak….! Kakek ada di sisimu, hanya kamu tidak dapat melihatnya. Ini agar kakek dapat mencari tahu siapa yang datang di dalam goa ini.” Kata kakek pada RUBEN.
Setelah RUBEN diam dan mengerti apa yang dikatakan oleh kakek, maka dekapan tangan kakek pada mulut RUBEN mulai dilepaskan pelan-pelan. Walaupun RUBEN takut, tapi tetap nyakin kalau kakeknya masih berada di sini. RUBEN percaya diri apa yang disarankan oleh kakeknya. Kemudian bayangan kakek mengittari seluruh penjuru ruangan. Kakek melihat ada seekor monyet yang sedang sembuNyi di balik batu goa. Tanpa pikir panjang bayangan kakek langsung mendekat pada MONYET dan diam di dekatnya. Kakek mencium aroma binatang, namun juga mencium aroma manusia. “ Apa mungkin MONYET ini jelmaan manusia? , kata kakek dalam hati. Tetapi kakaek nyakin ini adalah seekor binatang MONYET. Maka dengan pelan, kakek memegang tangan MONYET, dan membawanya kea rah RUBEN. Karena kakek masih berwujud bayangan, maka yang datang kea rah RUBEN hanya seekor MONYET. RUBEN sangat kaget hingga meloncat ke belakang. “ Tolong…….!, kakak di mana, tolongin RUBEN kek…! “ teriak RUBEN dengan keras. Kakek lupa kalau ia masih berwujud bayangan. Maka dengan cepat kakek mengubah menjadi kakek yang berwujud manusia. Sehingga RUBEN menjadi tidak takut lagi. “ Kakek, mendapatkan MONYET ini di mana? tanya RUBEN pada kakek. “ Kakek menangkapnya di dekat batu besar itu.” Jawab kakek. “ Kek…. MONYET ini baik nggak kek?, tanya RUBEN. “ Kalau kita baik kepada MONYET ini, ia juga akan baik ke kita. Kita perlakukan baik kepada MONYERT ini, ia juga akan perlakukan kita baik juga.Jadi kita harus baik pada MONYET ini.” Kata kakek pada RUBEN. “ jadi RUBEN boleh main dengan MONYET ini kek?” tanya RUBEN pada kakek.” Pasti nak….. kamu boleh bermain dan jadikan MONYET ini temanmu.” Kata kakek sambil mengelus kepala RUBEN.
Sementara itu SI MONYET hanya diam dan tidak memberikan tanda-tanda kalau ia bisa berbicara seperti layaknya manusia. Akhirnya RUBEN mengandeng tangan MONYET dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan. Ruangan tersebut adalah ruangan yang sering digunakan olehnya untuk bermain dan berlatih beladiri bersama kakeknya. SI MONYET hanya bisa berkata dalam hati, bahwa kenapa RUBEN dan kakek berada di dalam goa ini. Padahal masih banyak tempat yang bagus dari pada dalam goa. Ia hanya berpikir, tapi mungkin suatu saat akan mengetahui asal mula mereka berdua berada di dalam goa.
Begitulah antara MONYET dan RUBEN setiap hari bermain dan bercanda di ruangan yang terdapat di salam goa. Sementara itu pekerjaan kakek adalah bertani, yaitu menanam ubi, singkong dan kentang. Yang hasilnya untukm makan sehari-hari. Kadang kakek memanjat pohon kelapa untuk memetik kelapa. Walaupun sudah tua, ia masih mampu untuk mengerjakan beberapa pekerjaan berat. Dengan banyak gerak, dan makan yang banyak mengandung serat, maka ia selalu dalam keadaan sehat dan panjang umur. Kadang kakek mengajari RUBEN untuk memanjat pohon ,agar kelak bisa menggantikan pekerjaannya.
Pada suatu saat di pagi hari kakek, RUBEN dan MONYET pergi ke lading untuk memanjat pohon kelapa untuk memetik kelapa. Ketika kakek ingin memanjat pohon kelapa, tiba-tiba MONYET mendahului untuk memanjat. Sungguh luar biasa, dalam waktu singkat, ia sudah sampai di atas dan sudah memegang buah kelapa. RUBEN dan kakek sangat heran sambil memandangi MONYET yang ada dia ats pohon kelapa. “ Tolong…. Ambil buah kelapa yang sudah tua!”, teriak kakek. Tanpa pikir panjang MONYET langsung memutar buah kelapa untuk dipetiknya. Dan seketika itu buah kelapa yang sudah tua berjatuhan di bawah pohon kelapa.RUBEN senang sambil meoncat-loncat, karena MONYET telah berhasil memetik buah kelapa dengan sangat cepat. Tak lama kemudian , MONYET turun dari pohon, ini sungguh luar biasa, karena dalam waktu singkat ia dapat turun dari atas pohon kelapa dengan sangat cepat. “ Terima kasih ya temanku.” Kata RUBEN kepada MONYET. “ Ayo nak… sekarang buah kelapa ini segera bawa pulang. “ ajak kakek. RUBEN membawa, kakek membawa, dan tidak ketinggalan MONYET juga ikut membawa buah kelapanya. Setelah sampai di goa, mereka segera istirahat. “ Kek….. RUBEN sangat haus, boleh ya kek, RUBEN meminum air kelapa ini?” tanya Ruben. “ Boleh nak, tapi tolong mabilkan parang dulu, biar kakek kupas kelapanya!” pinta kakek. Namun MONYET meloncat-loncat , ia memberi tanda kalau ia dapat membuka kelap itu. Maka MONYET dengan cepat memgupas kulit kelapa dengan mulutnya dan kemudian memecahkan batoknya dengan tangannya. “ Kamu sangat pintar, temanku!” teriak RUBEN. Sebelum RUBEN minum air kelapa, ia memberikan dulu kepada kakek, dan MONYET, kemudian sisanya untuk RUBEN sendiri. RUBEN sangat baik, karena kakek selalu memberi contoh sikap-sikap yang baik.
Malam telah tiba, maka mereka akan segera tidur dan untuk melepaskan kelelahan karena seharian penuh bekerja. MONYET selalu tidur dekat dengan RUBEN, dan suatu saat MONYET berpikir dalam lamunan, “ Apakah ia akan pergi untuk mencari danau merah atau tetap di goa untuk beberapa hari lagi? Tunggu kisah selanjutnya………………………..

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s