Lanjutan ‘PERSAHABATAN SEJATI ” ( 7 )

Pada saat MONYET tidur di samping RUBEN, tiba-tiba mendengar suara memanggil dari luar goa. Suara itu terdengar jelas dan bergema. “ Apakah suara itu suara ibunya atau siapa ya?”, kata MONYET dalam hati. Tidak lama kemudian terdengar suara kicauan burung-burung dari luar goa. Itu pertanda kalau hari sudah pagi. Mungkin matahari sudah menampakkan cahayanya. Sehingga setiap maklhuk yang terkena sinar matahari akan bersyukur, ada yang dengan berkicau, ada yang dengan terbang, ada yang dengan meloncat-loncat dan masih banyak lagi maklhuk hidup untuk bersyukur. Sebagai binatang yang merupakan jelmaan dari manusia, MONYET juga ingin bersyukur seperti makhluk lainnya. Ia akan meloncat-loncat, tapi ia juga manusia, maka setelah meloncat-loncat ia akan bekerja membantu kakek dan RUBEN di kebun.Itulah yang ada dalam pikiran MONYET.Ia belum bangun, namun pikirannya sudah melanglang ke dunia luar goa.
Ruangan goa semakin terang karena cahaya matahari sudah semakin gesitnya untuk memancarkan keperkasaannya.Sehingga seluruh kehidupan di bumi sudah beractivitas sesuai dengan kemampuannya dan sesuai habitatnya.Akhirnya MONYET bangun dari tidur dan langsung menuju ke halaman goa.Dengan tujuan mencari sinar matahari, agar tubuhnya semakin segar.Tidak lama kemudian datanglah RUBEN, dan disusul oleh kakek.Akhirnya mereka bertiga berada di depan halaman goa.Namun kakek langsung mengajak RUBEN dan MONYET untuk pergi ke ladang.”RUBEN, bagaimana kalau MONYET itu kakek beri nama RIDO ?” tanya kakek pada RUBEN.” Bagus kek, ya…… RIDO, RUBEN sangat senang, dia dipanggil RIDO.”jawab RUBEN.”RUBEN dan RIDO…. Ayo kita segera ke lading untuk berkebun dan pulangnya nanti kita sambil membawa hasil dari ladang yaitu pisang, bagaimana RUBEN?” ajak dan tanya kakek pada RUBEN.” Ya kek……………………..!” RUBEN segera mempersiapkan alat yang dipakai untuk berladang, yaitu sabit dan golok.Sedangkan kakek membawa bakul.Tiba-tiba RIDO mengambil bakul yang dibawa oleh kakek.Dan RIDO membawakan bakul kakek.Mereka akhirnya pergi ke ladang dengan semangat, karena hari masih pagi, dan cahaya matahari belum panas.
Perjalanan mereka kira-kira sepanjang 1 kilometer.Karena jalan yang dilalui bukan jalan umum, melainkan jalan setapak dan banyak pohon-pohon di sekeliling jalan, maka mereka berjalan dengan santai dan pelan-pelan. Inilah yang membuat jalan jauh tapi tidak terasa kalau perjalanan mereka sangat jauh.Kadang mereka melewati jurang, sungai dan batu-batuan.Namun mereka tetap semangat tanpa mengeluh.Ketika perjalanan mereka sampai di sebuah jalan yang di sekelilingnya jurang, tiba-tiba RUBEN terpeleset sebuah batu, dan “ Tolongggggg………, tolongggg……!” teriak RUBEN. Ternyata ia jatuh ke jurang.Ia berguling-guling seperti main acrobat.Tanpa pikir panjang RIDO segera meloncat dan menangkap tubuh RUBEN dengan cepat.Kecepatan RIDO seperti kilat, sehingga kakek sangat heran.Tubuh RUBEN tiba-tiba sudah berada di atas dan di depan kakek. RUBEN tidak mengalami luka, namun kepalanya terasa pusing, karena berguling-guling.”Kamu tidak apa-apa, nak?”tanya kakek.”Ya, kek, RUBEN tidak sakit, hanya pusing, kek….. RODO sangat baik ya, ia bisa menolongku, kalau RIDO tidak menolongku, pasti RUBEN sudah mati.”jawab RUBEN.Tiba-tiba RIDO mau mengucapkan sesuatu pada RUBEN, tapi langsung ingat kalau mereka mengenalnya hanya seekor monyet.Jadi RIDO masih menahan diri untuk berbicara.RIDO mulai lupa untuk meneruskan niatnya yaitu mencari danau yang airnya merah demi suara yang pernah memanggilnya dalam mimpinya.Perjalanan mereka akhirnya dilanjutkan.setelah berjalan kira-kira satu kilometer, mereka akhirnya sampai di lading yang dituju.Kakek langsung membersihkan kebun pisang dari pohon-pohon yang mengganggunya.Sedangkan RUBEN membersihkan rumput-rumput yang ada di sekitar pohon pisang.Dan RIDO membantu kakek mengangat dahan-dahan yang dipotong-potong oleh kakek.Melihat mereka bekerja, pasti orang akan berkata, bahwa mereka sangat rajin.
Kakek merasa heran dan aneh, “Kenapa RIDO saat melihat pisang yang sudah matang tidak langsung mengambilnya dan langsung makan?Biasanya MONYET kalau melihat pisang matang langsung mengambil dan langsung memakannya?” kata kakek dalam hati.Hal inilah yang membuat kakek selalu mengamati setiap gerak-gerik RIDO.Tiba-tiba RUBEN berteriak,”kakek………., ada pisang yang sudah matang!”
‘O, yaaa… kalau begitu ambil saja, dan masukkan ke dalam bakul.” Jawab kakek.Rido membantu RUBEN untuk memetik pisang. RIDO langsung memanjat pohon pisang sampai di ujung pohon, dan membuat pohon tersebut goyang dan miring, sehingga RUBEN dengan mudah memotong tangkai pisang dengan goloknya.Dan satu tandan pisang sudah berada di bakul.”Kek….. RIDO di beri pisang ya…!” teriak RUBEN pada kakek.”Boleh, ambilkan saja, kamu juga boleh makan, kalau mau makan, ya.” Jawab kakek.Ruben segera mengambil satu pisang dan memberikan pada RIDO.”RIDO….. ayo makan pisang ini, saya juga mau makan kiok…!” pinta RUBEN pada RIDO.Namun RIDO menolaknya, dan memberi tanda atau bahasa isyarat kalau makannya kalau sudah sampai di goa.karena RIDO tidak mau, maka RUBENpun tidak jadi makan.Kemudianmereka segera melanjutkan pekerjaannya masing-masing di kebun pisang tersebut.Kakek menemukan sebuah pisang yang sudah matang, dan segera memotongnya.Kakek meminta tolong RUBEN untuk membawa setandan pisang untuk di taruh di bakul.Namun dengan cepat RIDO meloncat dan langsung mengangkat pisang tersebut dan kemudian meletakkannya di bakul.Kakek mulai mengamati RIDO kembali, karena tanpa di suruh RIDO langsung mengambilnya, kenapa ia tahu maksud dari kakek.Itulah hal-hal yang membuat kakek sangat curiga terhadap gerak-gerik RIDO, karena ia adalah seekor MONYET.Apa yang akan dilakukan kakek terhadap keanehan RIDO? tunggu kisah selanjutnya……………………

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s