Lanjutan ” PERSAHABATAN SEJATI ” (8)

Setelah hari sudah menjelang siang, mereka segera kembali ke goa untuk istirahat, karena sudah setengah hari bekerja di lading.Bakul yang berisi pisang di bawa oleh RIDO, dan alat pertanian di bawa oleh RUBEN.Perjalanan pulang mereka tidak terburu-buru, karena telah lelah bekerja.Di dalam perjalanan mereka sambil bercanda, dan hal ini membuat rasa lelahnya sedikit berkurang.RIDO tiba-tiba meletakkan bakulnya ke tanah, dan ia langsung meloncat ke dalam jurang.kejadian itu membuat kakek dan RUBEN heran dan kaget.”RIDO……. mau kemana?” teriak RUBEN.”Menyelamatkan seekor anak musang yang terjepit di bebatuan1”teriak RIDO.Ucapan RIDO membuat RUBEN bertanya kepada kakek.”Kek………….. siapa yang menjawab poertanyaan saya tadi, apakah ada orang di jurang itu?” tanya RUBEN pada kakek.”Kakek bingung dan hanya diam.” Tanya RUBEN pada kakek. “E………………. mungkin ada orang di bawah, tak mungkinlah RIDO berteriak seperti tadi.” Jawab kakek dengan gugup.Kakek gugup karena ia telah sedikit mengetahui kalau RIDO adalah jelmaan dari manusia, namun hal itu belum akan disampaikan kepada RUBEN.Sambil menolong musang yang terjepit, RIDO berbicara sendiri,”Kenapa saya tadi berteriak? Mudah-mudahan mereka tidak mendengar atau tidak percaya kalau yang berteriak tadi saya.” Kata RIDO.Setelah RIDO berhasil menyelamatkan musang, ia segera meloncat naik ke atas tempat kakek dan RUBEN berada. RIDO menyerahkan snak musang yang terluka pada RUBEN.” RIDO….. kamu baik sekali, mau menolong anak musang yang sakit, biarlah RUBEN yang akan merawatnya di dalam goa. Kalau sudah sembuh akan kita kembalikan lagi ke hutan ini.” Kata RUBEN pada RIDO. “ RIDO…… apakah di bawah ada orang, kok tadi ada suara yang menjawab pertanyaaan saya dari atas?” tanya RUBEN pada RIDO.Gerakan kepala dan mimiek muka dari RIDO membuat RUBEN nyakin kalau suara tadi bukan dari suara RIDO. Dan kakek merasa tenang karena RUBEN tidak merasa curiga tentang suara tadi.
Mereka melanjutkan perjalanannya pulang ke goa.Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, akhirnya sampai di depan goa.Mereka segera measuk ke dalam goa dan meletakkan alat dan hasil ladangnya di dalam ruangan. Mereka segera beristirahat di dalam ruangan yang telah tersedia minuman dan makanan untuk makan siang. Makanan tersebut telah disiapkan oleh kakek pada pagi hari sebelum mereka pergi ke ladang.Setelah makan siang selesai, mereka kembali halamn depan goa untuk berlatih beladiri. Kakek pernah berjanji kepada RUBEN untuk meletih beladiri dengan jurus-jurus monyet.Karena kakek telah menaruh curiga kepada RIDO, kalau ia adalah jelmaan manusia, maka ia akan mengajak RIDO untuk melatih RUBEN dengan jurus-jurus monyet.Gerakan monyet sebenarnya akan cepat di terima oleh manusia kalau ingin belajar beladiri dengan jurus-jurus monyet.”RIDO……kakek minta tolong, kamu bergerak dan meloncat-loncat seperti layaknya seekor monyet, dan RUBEN akan mengamati serta akan menirukannya.”kata kakek pada RIDO. RIDO hanya meloncat-loncat dan menggaruk-ngaruk kepalanya. Dan hal itu sebagai tanda kalau RIDO sangat senang untuk membantu kakek dan RUBEN.RUBEN mulai berlatih beladiri dan menirukan gaya-gaya RIDO.RIDO sangat lincah dan gesit, hingga RUBEN sangat kewalahan dalam mengikutinya, namun karena RUBEN didorong dengan semangat yang tinggi, akhirnya ia terus dan terus untuk berlatih bersama RIDO. Kakek hanya mengawasi dan sambil memberikan perintah ataupun petunjuk.Tidak dirasa oleh mereka ternyata latihannya sudah cukup lama, hingga waktu mejelang sore.” Nak, dan kamu RIDO…. latihan pada hari ini cukup, besok dilanjutkan kembali.” Kata kakek pada RIDO dan RUBEN.”Baik kek… .” jawab RUBEN dengan senangnya.
Satu bulan kemudian, RUBEN sudah sangat pintar beladiri, khususnya dengan jurus-jurus monyetnya.Dan pada suatu waktu RUBEN dan RIDO latihan bertarung, sekaligus memperdalam ilmu beladiri RUBEN.Selama RIDO dan RUBEN berlatih, kakek merawat anak musang yang terluka.Sudah beberapa hari luka anak musang itu masih saja belum membaik.Akhirnya kakek akan menngunakan ramuan daun-daun.Daun yang dipakai untuk ramuan adalah daung yang tumbuh di hutan.”RUBEN, tolong kamu ke hutan cari daun, nama tumbuahnnya yaitu tumbuhan sambiloto, cirri tumbuhan itu adalah daunnya kecil-kecil, pohon seperti pohon cabai dan batangnya banyak benjolan, serta rasanya pahit.Cepat ya, nak…..!”pinta kakek pada RUBEN.” Ya kek…… boleh gak RUBEN ditemani oleh RIDO?”tanya RUBEN pada kakek.”Boleh, ya, udah berangkat sekarang, biar luka anak musang ini cepat sembuh.”Jawab kakek.Pada pagi hari, RUBEN bersama RIDO pergi ke hutan mencari daun sambiloto.Dalam perjalanan, RUBEN bertanya dalam hati, seperti apa ya pohon sambiloto itu.Namun tiba-tiba RIDO berlari menuju hutan.Mungkin itu tanda kalau RIDO mengetahui pohon sambiloto.Dengan tanpa pikir panjang, RUBEN mengikuti RIDO ke arah hutan.
RIDO lari terlalu cepat dan tidak melihat ke belakang, maka RUBEN tertinggal cukup jauh.Semakin lama RUBEN ketinggalan jauh dengan RIDO.”Karena RIDO seekor binatang, sehingga tidak punya perasaan, hingga saya ditingal jauh.Kemana ya saya harus mencarinya, saya mencari RIDO atau mencari daun sambiloto ya?” kata RUBEN dalam hati.RUBEN bingung akan mementingkan siapa.Setelah RIDO mendapatkan pohon sambiloto, ia baru melihat kea rah belakang, dan mencari RUBEN, tetapi tidak melihat dan tidak mendapatkan RUBEN.Ia bingung.tetapi RIDO tetap memetik daun sambiloto dan membawanya pergi.Ia juga bingung mau mencari RUBEN atau pulang memberikan daun sambiloto ke kakek.Apakah RIDO mencari RUBEN atau pulang?Tunggu kisah selanjutnya……………………………..

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s