Lanjutan “PERSAHABATAN SEJATI ” ( 9 )

“RIDO………! kamu di mana?”teriak RUBEN memanggil RIDO.Mungkin panggilan itu tidak terdengar oleh RIDO, karena tidak ada balasan.Dan akhirnya RUBEN terus mencari RIDO.Semakin lama pencarian RUBEN sampai ke tengah hutan.Pohon-pohon di hutan itu sangat lebat, dan tidak terdapat jalan setapak.Perasaan RUBEN, hutan itu sangat sempit , namun kenyataannya sangat luas.RUBEN sudah mulai gelisah dan tidak nyaman dalam berjalan, dan ia istirahat sebentar di sebuah batu di bawah pohon, sehingga ia dapat duduk di atas batu tersebut.Sambil duduk, RUBEN berpikir, mau mencari daun sambiloto atau pergi mencari RIDO? Kalimat itu terlintas dalam pikiran RUBEN.Dan RUBEN akhirnya memutuskan untuk pergi mencari RIDO.Memilih RIDO karena RIDO adalah sahabat dan benar-benar teman sejati, sedangkan anak musang sudah berada di tangan kakek, mungkin kakek akan merawatnya sebelum kami mendapatkan daun sambiloto.RUBEN akhirnya berangkat lagi untuk mencari RIDO, ia melangkahkan kakinya ke arah matahari terbenam, dengan alasan dapat menemukan RIDO.Di tengah hutan ia mendengar suara merintih kesakitan, mungkinkah suara itu RIDO.”RIDO…RIDO… itukah kamu!” teriak RUBEN.Namun teriak RUBEN sia-sia, karena tidak mendapat balasan, dan anehnya suara rintihan kesakitan tersebut hilang dari pendengaran RUBEN, saat ia menghentikan langkahnya.

Hutan Larangan
Terpisahnya RIDO dan RUBEN di dalam hutan membuat beberapa hewan dan makhluk lainnya terusik atau terngganggu.Banyak burung-burung yang berkicau sahut-sahutan, sepertinya memanggil temannya karena ketakutan, hewan melata, seperti ular, kadal dan hewan melata lainnya lari tanpa arah.Sehingga banyak hewan yang menabrak pohon atau menabrak temannya.RUBEN ketakutan, sehingga ia tidak dapat berbuat apa-apa, ia hanya dapat berharap bertemu dengan sahabatnya yaitu RIDO.RUBEN tambah takut, karena matahari sudah semakin tidak kelihatan.Dan hari sudah semakin malam, ia cemas, takut, gelisah dan kalut.Ia tidak dapat berpikir apa-apa.Saat itu juga ia kedinginan.Dinginnya malam membuat badan RUBEN menggiggil, dan bibirnya berwarna biru.Dan badannya lama-lama lemah dan akhirnya jatuh tersungkur di tanah.Tetapi ia membalikkan tubuhnya sehingga badannya menghadap ke atas, karena badannya lemah, maka mulutnya menganga, seperti orang pingsan.RUBEN tidak sadarkan diri.Ia pingsan.Pikirannya melayang bertemu dengan para malaikat di sebuah kerajaan yang berlantai dengan permadani berwarna biru muda.”Apakah ini tanda-tanda saya mau meninggal?”kata RUBEN dengan suara hati yang paling dalam.RUBEN tertidur pulas sepanjang malam, sehingga ia tidak merasakan sesuatu di sekitarnya.Pada pagi hari, tiba-tiba jari-jari RUBEN bergerak satu demi satu.Hal itu karena di dalam mulutnya terdapat air yang berasal dari atas.Air itu adalah air yang jatuh dari daun-daun pohon. Dan air itu embun di pagi hari, ia mulai merasakan ada sesuatu di dalam mulut, dan ia menelan air itu beberapa kali.Dan akhirnya ia dapat membuka mata.”Saya ada di mana? siapa yang menolong saya dan di mana malaikat-malaikat tadi, kanapa saya di tinggal di sini?”kata RUBEN dalam hati.Rupannya RUBEN sudah siuman dan pelan-pelan mulai sadar dan iapun berusaha untuk duduk.Walau badan masih lemas, ia berusaha juga untuk berdiri.Namun ia jatuh , dan bangun lagi.Ia akan mencari makan apa saja yang terdapat di hutan itu.Tiba-tiba ia melihat sebuah buah sebesar kepalanya dan berwarna kuning.RUBEN segera berjalan pelan-pelan untuk memetik buah itu.Dan akhirnya ia dapat memetiknya, dan mencoba untuk membukanya.Dengan lahapnya ia makan buah tersebut.Rasanya asam, namun karena lapar dan haus, maka buah itu tetap dimakan.Tidak lama kemudian ia dapat berjalan dengan normal, dan mulai berjalan ke arah matahari terbit.
Tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara beberapa anak kecil yang sedang bercanda.RUBEN berhenti dan diam mematung, namun sambil mendengarkan suara anak kecil tersebut.”Mungkinkah di dalam hutan begini ada anak kecil, atau siapakah mereka?” kata RUBEN dalam hati.Pikiran RUBEN bercampur aduk, antara manusia dan hantu.Siapakah sebenarnya suara yang terdengar oleh RUBEN? Tunggu kisah selanjutnya ……………………………………………..

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s