Lanjutan ” PERSAHABATAN SEJATI ” ( 10 )

Setelah RUBEN mendengar suara anak-anak kecil di dalam hutan, ia semakin bingung dan menghentikan langkahnya untuk pergi dari tempat itu.”Tuhan, tolong!……………. tunjukkan jalan keluar hutan ini, jangan sampai ada sesuatu yang menggangguku, oh Tuhanku……” doa RUBEN dalam hati.Tidak lama kemudian RUBEN dikagetkan dengan suara dahan pohon jatuh dari batang pohon.RUBEN meloncat ke belakang dan jatuh.Ia melihat dahan yang jatuh, dan ternyata dahan jatuh karena sudah rapuk ( red: busuk karena air hujan ).Tanpa pikir panjang ia terus bangun dan langsung meneruskan jalannya sambil menjauh dari suara anak-anak kecil.Ia ingin meninggalkan daerah itu dengan lari cepat.Perasaannya sudah lari sangat cepat, namun masih saja berada di daerah tersebut.”Aneh sekali, kenapa saya lari cepat kok masih ada di sini?” kata RUBEN.”Saya harus berusaha untuk lari sekali lagi, harus bisa!” kata RUBEN.Ia berusaha melangkahkahkan kakinya dengan cepat, namun hanya sia-sia, sepertinya ada sesuatu yang memegang kakinya.Akhirnya ia hanya berjalan saja sambil menengok ke kanan, kekiri dan kebelakang.Kira-kira sudah sekitar 200 meter perjalanannya, ia sedikit merasa tenang, karena sudah jauh dari tempat suara anak-anak.Baru saja ia menarik napas panjang, tiba-tiba suara ramai anak-anak kecil masih berada di dekatnya.”Apakah anak-anak kecil itu mengikutinya?”kata RUBEN dengan takutnya.Ia semakin ketakutan karena mau menghindari suara anak-anak kecil, tetapi justru semakin dekat.
Hari itu semakin sore, sehingga RUBEN tambah bingung.”Sampai kapan saya dapat keluar dari hutan ini atau ketemu dengan RIDO ataupun manusia?kata RUBEN dalam hati.Ia memejamkan matanya seakan ia sedang berdoa, saat membuka matanya, “Tolongggg…., tolonggg…..!”teriak RUBEN.Ternyata di depan matanya ada seorang kakek berjenggot dan memegang sebuah tongkat.RUBEN langsung menutup kedua matanya dengan telapak tangan.Dengan pelan-pelan ia membuka mata, tetapi kakek yang tadi berada di depannya tiba-tiba tidak ada.RUBEN menoleh ke kanan, ke kiri dan kebelakang.Karena sangat takut, maka pipis di celana ( red: ngompol ).Matahari sudah tidak kelihatan , berarti hari sudah malam.RUBEN tambah takut, dan bingung mau tidur di mana.Ia berjalan terus, walau suasana di dalam hutan semakin gelap.Pada saat berjalan kira-kira 20 langkah, ia menemukan sebuah pohon besar yang bagian bawahnya berlubang.”Mungkin lubang itu dapat saya gunakan untuk istirahat di malam hari ini.” Kata RUBEN.Dengan cepat ia menuju ke pohon tersebut.Dan ia memeriksa keadaan pohon dan lubang itu.Saat ia masuk ke dalam lubang, ia kaget karena ada kepala ular yang sangat besar berada di atas lubang itu.Lidah ular itu menjulur-njulur keluar seperti mau menerkam mangsa.”Tolong, jangan ganggu saya ya, saya mau ikut tidur di lubang pohon ini!”pinta RUBEN kepada ular itu.Tiba-tiba ular itu menjulur turun dari atas lubang dan menuju keluar.Dan RUBEN juga keluar dari luabng itu.RUBEN berjalan mundur sambil menjauh dari lubang pohon tersebut.Setelah ular sampai di luar lubang, ular itu melingkar di luar lubang pohon dan lidahnya menjulur-njulur.RUBEN sedikit bingung, apa maksud dari ular itu.Namun ia mencoba mengikuti kata hatinya.Ia dengan pelan dan berjalan mundur masuk kembali ke dalam lubang pohon tersebut.Setelah RUBEN sampai di dalam pohon dan duduk di dalamnya, ular itu membuka lingkarannya dan mendekat pada lubang pohon itu.”Aduh.. apa yang akan dilakukan oleh ular itu, atau mau menerkam saya?”kata RUBEN ketakutan.Ular itu berhenti di dekat lubang pohon dan matanya tetap memandang ke arah RUBEN.Apakah yang akan terjadi saat RUBEN tidur di dalam lubang pohon? Tunggu kisah selanjutnya …………………….

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s