Pelopor Pendidikan Wanita

Perkembangan dunia pendidikan pada masa sekarang ini benar-benar sangat cepat. Dalam hal cepat, karena di mana-mana berdiri sekolah baik nasional , maupun internasioanal. Banyak sekolah internasional, namun kadang pendiri lupa akan awal mulanya pendidikan di Indonesia pada masa lalu. Gemerlapnya fasilitas di sekolah tersebut ditawarkan secara terbuka dan secara besar-besaran. Orang tua siswa yang mudah tergiur dengan fasilitas yang digembar-gemborkan pasti akan tertarik dan akhirnya masuk di sekolah tersebut. Malah ada yang benar-benar diperjuangkan demi bias masuk sekolah tersebut. Sekolah yang menawarkan fasilitas, tak lupa juga menjajnjikan hal-hal yang akan dicapai siswa di akhir nanti, yaitu saat akan kelulusan. Namun banyak juga sekolah nasional yang berdiri, dank arena terbatasnya dana, maka tanpa harus menawarkan fasilitas atu janji-janji.
Pendidikan pada masa lalu benar-benar pendidikan yang asli dan murni. Dikatakan asli atau murnai karena belum banyak mengambil pendidikan sekarang ataupun pendidikan jaman globalisasi. Kita harus ingat pada masa penjajahan, banyak orang-orang yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Merekan hanya para bangsawan yang dapat menelan pendidikan. Apalagi seorang wanita, saat itu benar-benar sangat tertekan dan menderita, mungkin bias dikatakan depresi atau stress. Pada waktu itu wanita hanya boleh memasak, membereskan rumah, dan paling jauh ada di depan rumah untuk menyapu halaman. Un tuk sekarang masih banyak anak-anak yang merasa tidak pintar atu tidak mampu di dalam melanjutkan sekolah. Ada beberapa alas an, antara lain karena baiaya tidak ada, dan karena tidak mampu di dalam mempelajari materi pelajaran. Jaman penjajahan memang banyak orang yang bodoh, ini dikarenakan kekurangan gizi dan tidak sekolah. Sehingga dengan mudah orang-orang Indonesia pada saat itu gampang sekali di adu domba atu di tipu.
Pada tahun 1879 lahirlah seorang wanita cantik dari sebuah desa di daerah Jawa Tengah. Anak tersebut diberi nama Raden Ajeng Kartini. Mengapa sampai sekarang ini wanita tersebut disebut-sebut serbagai pelopor emansipasi wanita? Kalau diceritakan sangat banyak contoh-contoh kegiatan atau jasa-jasa beliau di dunia pendidikan khususnya untuk pawa wanita. Waktu kecil dia benar-benar merasa tertekan dan menderita. Namun karena Tuhan selalu meberikan talenta kepada umatnya, maka dengan bekal pikiran dan akal budi, ia tidak tinggal diam dengan anak-anak sebayanya. Ia sangat pandai, cerdas, dan suka bergaul. Ia dikenal sebagaia ank yang periang dan suka menolong. Tak salah kalau pada masa kecil ia banyak teman-temannya. Saat ia bercanda, bermain dan bergaul dengan teman sebayanya, ia berpikir kalau anak-anak wanita juga bias berbuat seperti anak laki-laki, terutama dalam hal mendapatkan ilmu di sekolah yaitu membaca dan menulis. Kartini kecil sudah berkembang menjadi remaja. Dalam pergaulannya ia sudah memikirkan, bagaimana anak-anak ini dapat mendapatkan ilmu membaca dan menulis? Pertanyaan itu selalu bergelut di dalam pikirannya. Bahkan setiap mau tidur selalu ingat dengan pertanyaan tersebut.
Kartini remaja mulai melakukan kegiatan dengan teman-temannya yaitu bermain pasar-pasaran seperti layaknya anak-anak perempuan pada masa sekarang ini. Kartini man-teman wanita bisa membaca dan menulis. Kartini remaja mengajak teman-teman wanita membuat sesuatu ketrampilan, contohnya menjahit pakaian, membuat alat- alat rumah tangga yang layak dikerjakan oleh seorang wanita. Dengan kegiatan yang dilakukan oleh Kartini, maka banyak remaja wanita datng dan belajar bersama Kartini dan teman-teman lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan di rumah orang tua Kartini. Orang tuanya membuatkan rumah kecil seperti pendopo di depan rumah, yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan para remaja wanita di daerah sekitar rumah Kartini.Kegiatan yang dilakukan oleh para remaja wanita tersebut tidak selalu lancer atau nyaman, karena sering kali mendapat larangan dari penjajah. Dan tidak ketinggalan para orang tua mereka juga ikut melarang karena takut dengan penjajah. Tetapi dengan terkat baja yang dimiliki oleh Kartini, kegiatan tersebut tidak berhenti dan malah semakin gencar dalam berkumpul atau melakukan kegaiatan.
Kartini remaja mulai menggunakan kepandaiannya yaitu melakukan kegiatan membaca dan menulis, tidak lupa bernyanyi. Kegiatan tersebut akhirnya membuahkan hasil yang angat istiwewa yaitu, anak-anak wanita di sekitar itu dapat membaca dan menulis. Di dalam kegiatan tersebut, akhirnya Kartini mejadi seorang guru. Di dalam pelajaran yang tersembunyi itu Kartini bukan hanya memberikan pelajaran membaca, menulis, dan menyanyi saja, namun juga memberikan fislsafat-filsafat di dalam kehidupan terutama tentang martabat seorang wanita di mata laki-laki, keluarga dan dunia. Terlebih bisa ikut di dalam memajukan suatu bangsa. Apalagi pada ssat itu dalam masa penjajahan. Kartini selama memberikan pendidikan kepada para wanita, tak lupa selalu menulis surat yang dikirimkan kepada orang-orang yang sudah dikenal oleh Kartini. Isi surat yang ditulis selalu berisi tentang martabat seorang wanita, dan agar orang-orang Indonesia pada umumnya dan para wanita pada khususnya bisa dan mempunyai hak untuk sekolah. Kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini berjumlah hingga ratusan. Dan surat-surat yang ditulis itu dikumpulkan dalam sebuah buku yang berjudul “ HABIS GELAP TERBITLAH TERANG “. Buku ini sangat berarti bagi wanita Indonesia, karena dengan lahirnya R.A.Kartini dan lahirnya buku itu, para wanita Indonesia dapat sekolah setara dengan laki-laki. Di dalam sekolah antara wanita dan laki-laki tidak ada perbedaan. Anak petani, anak pedagang, anak buruh, anak laki-laki, anak wanita boleh mengenyam pendidikan. Dengan jasa R. A. Kartini, para wanita Indonesia banyak yang mengemyam pendidikan sampai tinggi atau sampai sarjana. Bahkan sekarang banyak Negara yang dipimpin oleh seorang wanita. Sangat jelas, di masa pemerintahan Indonesia, Indonesia pernah dipimpin oleh seorang presiden wanita, yaitu Megawati. Banyak dokter wanita, banyak TNI wanita, banyak sopir wanita, banyak guru wanita, danmmasih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh seorang wanita. Ini terbukti kalau jasa R. A. Kartini sangat berperan besar terhadap wanita Indonesia
Saya juga seorang wanita. Dengan ini saya berjanji alan meneruskan cita-cita Kartini dengan belajar sungguh-sungguh. Pendidikan saya akan saya berikan pada keluarga, bangsa, dan Negara. Terima kasih Kartini. Saya nyakin di Indonesia akan lahir Kartini-kartini masa sekarang. Engkaulah pelopor pendidikan Indonesia khususnya untuk para wanita.
2 April 2011

Tentang petrussupriyanatarki

Saya adalah seorang guru, yang sangat mencintai seni.Saya pernah kuliah di IKIP Yogya jurusan seni, beberapa kali menjuarai kejuaraan dalam bidang seni. Saya juga suka menulis puisi.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s